Symplexcamp's Corporation

Persembahan Hati Dari Jiwa Seorang Petualang

Widi Vierra Photo’s

Sudah lama tidak  bergelut di blog ini, hampir 6 bulan disibukkan aktifitas dari bekerja sebagai buruh pabrik kemudian bergelut di dunia perbankan. Dulunya sibuk dengan urusan fotografi tapi sekarang disibukkan dengan dilapangan. Mau membawa senjata canon 450 d ternyata beresiko. ni foto yang lama belum sempat di upload widi vierra goes to SMA 1 Boyolangu Tulungagung dengan senjata Canon 450 D+ Yupiter 200mm.

Sekian dulu ya………bye

1 Oktober 2010 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Hunting di Surabaya

Sudah lama tak menjejakkan kaki di surabaya, kota pahlawan hampir 1,5 tahun. Kota yang membuatku kepanasan dan juga kenangan manis. Ternyata walaupun dulu sering “kiter-kiter” banyak hal yang belum aq ketahui, kalo jalan sih dah lumayan hafal ternyata dibalik jalan-jalan yang penuh dengan mal ada banyak bangunan dengan arsitek klasik namun modern, salah satunya empire palace. Nih hasil jepretan ane…masih newbie….asal jepret aja kok hasilnya kurang memuaskan yach?? tapi cukup menyenangkan deh berburu foto dimalam hari hehehehe nyasar juga ternyata….

20 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | 3 Komentar

DRAFT PERATURAN UGM TENTANG KECURANGAN DAN PENJIPLAKAN

UGM penuh dengan kontroversi atas peraturan-peraturan yang dibuat, belum lama ini muncul adanya parkir mbayar/portal masuk ugm eh denger2 muncul draf/rancangan peraturan baru ni….huah untung aja aq wis lulus jdne ya cuma kasih kabar aja (mungkin kabar burung). Tapi asiknya neh draf dibuat semacam pasal kayak UUD 45 hehehehe. Jd disini saya gak menuntut banyak misal bubarkan peraturan/tolak dll tp jalankan semestinya aja!!  tapi menurut saya mencontek dan sejenisnya adalah kreativitas juga…kreatifitas bagi para pemalas huakakaka.

DRAFT
PERATURAN UGM
TENTANG KECURANGAN DAN PENJIPLAKAN

Pasal 1
Definisi dan Pengertian

Ayat 1: Kecurangan

KECURANGAN didefinisikan sebagai kegiatan yang
sengaja dilakukan yang menyebabkan kesulitan (ketidakmungkinan) untuk melakukan
penilaian secara benar terhadap pengetahuan, wawasan, dan keterampilan pelaku.

Ayat 2: Cakupan Kecurangan

Yang tercakup dalam tindak kecuranganadalah:

1. Menggunakan alat bantu (kalkulator, handphone, buku, outline, catatan, dan sebagainya) dalam ujian yang tidak mengizinkan penggunaan alat bantu;
2. Mencontek (membaca jawaban peserta lain atau menggunakan jawaban yang telah disiapkannya sebelumnya) dalam ujian, atau bertukar jawaban dalam mengerjakan ujian;
3. Menggunakan identitas orang lain dalam ujian;
4. Meminta atau membiarkan orang lain menggunakan identitasnya dalam ujian;
5. Memiliki atau melihat secara tidak sah soal ujian sebelum ujian dilaksanakan;
6. Memalsukan atau mengarang jawaban dalam wawancara atau survei atau pengumpulan data riset;
7. Membantu orang lain dengan menandatangani daftar hadirnya dalam kuliah yang mempersyaratkan kehadiran, atau memalsukan tanda tangan dosen;
8. Mengakui kegiatan pendidikan (seperti kursus atau seminar), penelitian, dan atau pengabdian beserta bukti yang menyertainya untuk kegiatan pendidikan, penelitian, dan atau pengabdian yang sebenarnya tidak dilakukannya, atau melakukan kebohongan dengan mengakui melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya.
9. Menggunakan nama penulis atau peneliti lain tanpa meminta izin/kerelaan dari penulis lain dalam karya bersama.

Ayat 3: Penjiplakan

PENJIPLAKAN didefinisikan sebagai semua tindakan
atau kelalaian, baik yang terjadi karena kesengajaan maupun ketidaktahuan, yang
menyebabkan kesulitan (ketidakmungkinan) untuk melakukan penilaian secara benar
terhadap pengetahuan, wawasan, dan keterampilan pelaku.

Ayat 4: Cakupan Penjiplakan

Yang tercakup dalam tindak penjiplakan adalah:

1. Menggunakan atau mengambil teks, data, atau gagasan orang lain tanpa menyebut sumber secara benar;
2. Menampilkan struktur atau gagasan utama orang lain sebagai gagasan atau karya sendiri meskipun dengan menyebut atau merujuk tulisan orang lain tersebut;
3. Tidak dapat menunjukkan, misalnya, dengan tanda kutip atau dengan menggunakan tata-letak tertentu, bahwa kutipan secara harfiah atau yang mendekati harfiah dimasukkan dalam sebuah pekerjaan atau karya tulis meskipun telah menyebutkan rujukan atau sumber;
4. Memparafrase teks orang lain tanpa rujukan yang memadai terhadap sumber;
5. Mengambil materi audio, atau materi visual orang lain, atau materi tes, atau perangkat lunak dan kode program tanpa menyebut sumber secara benar dan menampilkannya seolah-olah sebagai karya sendiri;
6. Menggunakan teks yang pernah dipergunakan sebelumnya (misalnya dalam mata kuliah lain), atau menggunakan teks yang mirip dengan teks yang pernah dipergunakan sebelumnya, untuk memenuhi tugas suatu mata kuliah yang berbeda (menjiplak hasil karya sendiri);
7. Mengambil karya orang lain atau kolega dan memanfaatkannya sebagai karya sendiri;
8. Menggunakan paper atau karya tulis yang didapat atau dipesan dari orang lain atau agen/biro jasa (baik dengan cara membayar maupun tidak) dan memanfaatkannya (atau mengakunya) sebagai karya sendiri;
9. Mengkopi informasi dari sumber internet (informasi website, halaman website, atau sumber/basis data elektronik) dan menggunakannya (atau mengakunya) sebagai karya sendiri.

Sumber: Mailist DTE

20 Januari 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

PIDATO BUNG TOMO (HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 1945)

180px-Bung_Tomo

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:
selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka

Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

10 November 2009 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

BABAD TULUNGAGUNG (Perang Antara Pangeran Bedalem dengan Pangeran Lembu Peteng)

Setelah pertarungan tersebut kyai Pacet mengerahkan semua muridnya guna menangkap Kyai Kasanbesari dan Pangeran Kalang. Murid dari Kyai Pacet disebar ke seluruh penjuru dengan dipimpin oleh Pangeran Lembu Peteng. Akhirnya Pangeran Lembu Peteng dan teman-temannya dapat berjumpa dengan Kyaibesari dan Pangeran Kalang. Timbullah peperangan yang ramai. Akhirnya Kyai Kasanbesari melarikan diri ke Ringinpitu, sedang Pangeran Kalang dikejar terus oleh Pangeran Lembu Peteng.

Pangeran Kalang lari ke Betak dan bersembunyi di tamansari Kadipaten Betak. Pada waktu itu putera dari Bedalem yang bernama Roro Kembangsore sedang berada di Tamansari. Roro Kembangsore merasa tidak keberatan bahwa Pangeran Kalang bersembunyi di ditu, karena Pangeran Kalang masih pamannya (saudara kandung ayahnya).

Kemudian datanglah Pangeran Lembu Peteng ke Tamansari untuk mencari Pangeran Kalang. Di Tamansari Pangeran Lembu Peteng bertemu dengan Roro Kembangsore. Putri Bedalem ini tidak mengakui bahwa pamannya bersembunyi disitu. Pangeran Lembu Peteng tertarik akan kecantikan sang putri dan menyatakan asmaranya. Roro Kembangsore mengimbanginya.

Ketika kedua pasang merpati tersebut sedang dalam langen asmara (jatuh cinta), maka Pangeran Kalang yang sedang bersembunyi di Tamansari dapat mengintip dan mengetahui bagaimana tindakan kemenakannya terhadap Pangeran Lembu Peteng. Dengan diam-diam Pangeran Kalang masuk ke dalam Kadipaten untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada kakaknya ialah Pangeran Bedalem. Pangeran Bedalem setelah mendengar pelaporan dari adiknya, menjadi sangat larah sekali, terus pergi ke Tamansari. Timbullah perang antara Pangeran Lembu Peteng dan Pangeran Bedalem. Pangeran Lembu Peteng dapat meloloskan diri bersama dengan Roro Kembangsore, tetapi terus dikejar oleh Pangeran Bedalem.

Bersambung……

28 Oktober 2009 Posted by | Uncategorized | 11 Komentar

KALAMAKARA??OPO KUI???

KALAMAKARA????

Pertama kali denger kata itu bagi orang awam terasa asing. Penulis sendiri saat denger kata itu “KALA” pasti langsung mengasumsikan sesuatu yang berbau candi dan pertama kali terpikir di otak saya KALA identik dengan BUTO KOLO itu mengingatkan ku pada sebuah dongeng dari mulut ke mulut tentang Kata BUTO KALA (Baca BUTO KOLO) yang memakan Bulan jika terjadi gerhana bulan. Gak salah memang asumsi soal kata asing KALAMAKARA itu.

kalamakara

Ngomongin soal candi baik hindu dan budha pastilah kita gak luput dari sebuah relief pada candi tersebut. Sering sekali orang gak mengerti maksud dari relief tersebut. Kebanyakan di sekitar pintu masuk (umumnya di atas/tengah tembok jika terdapat jalan antara kiri dan kanan) terdapat sebuah relief  yang kita biasanya aku nyebut “BUTO KOLO”.Nah ternyata itulah yang dinamakan KALAMAKARA.

07010069

Ya jelas lah namane BUTO KOLO yo elek jelek ngelet dan metu gingsule koyok vampire yang ada di Amerika.  Memang gak kalah serem ya kalo ngomongin BUTO jelas vampire kalah telak seremnya. Relief  gambar wajah yang menakutkan yang ada di pintu masuk tersebut dinamakan KALAMAKARA. Mungkin kalo di tulungagung setiap masuk ke wilayah kota kita akan melewati patung reco pentung yang juga dengan wajah yang sama / identik dengan KALAMAKARA ini berwajah serem dan menakutkan.

Sebenernya ada maksud nya gak sih di kasih barang serem seperti itu? Ternyata menurut kepercayaan jawa KALAMAKARA ini berfungsi sebagai “Penolak Bala”. Biasa kita menyebutkan penolak sial atau penolak ancaman batin yang tidak tampak secara lahiriah. Dalam cerita Hindu dan Budha, KALAMAKARA itu awalnya berupa dewa yang tampan. Ia mendapat hukuman dan kutukan dari Sang Hyang Widi, berubah menjadi raksasa yang buas dan setiap binatang yang dijumpainya dimakan dan diterkamnya. Dan terakhir memakan tubuhnya sendiri dan tinggal kepalanya yang kita sebut KALAMAKARA itu.

Di Jogja sendiri di keraton masih banyak KALAMAKARA yang berada di dinding, pintu dll. Begitu juga di beberapa rumah yang arsitekturnya keraton jawa kuno masih terlihat sepasang relief yang berbentuk kepala di kiri dan kanan pintu. Jadi jangan salah kalo kita jumpai di tulungagung ada patung Reco Pentung yang serem dan membawa pentungan bukannya kita langsung mengasumsikan kalo itu merupakan patung sing nyeramkan tapi itu merupakan peninggalan jaman dulu yang percaya  KALAMAKARA sebagai penolak bala, begitu juga maksud dari Reco Pentung yang ada di tulungagung untuk penolak bala dari hal yang gak bisa kita nalar. Entah itu dari banjir wabah penyakit dll.  Jadi kalopun kita gak percaya tapi kita harus patut menghargai kebudayaan dan kepercayaan jaman dulu jangan sampai kita hancurkan kebudayaan sendiri dengan menghancurkan warisan tersebut. Ternyata beberapa candi di sekitar tulungagung banyak menerapkan relief tersebut mulai dari goa selomangleng Tulungagung dan beberapa candi  yang ada di tulungagnung.

21 Oktober 2009 Posted by | Kebudayaan | 6 Komentar

BABAD TULUNGAGUNG (KYAI KASAN BESARI INGIN MEMBUNUH KYAI PATJET- ASAL NAMA GLEDUK dan MACANBANG)

Kyai kasanbesari yang hatinya tersinggung dan masih marah terhadap gurunya (Kyai Pacet) didatangi 2 utusan gurunya yaitu Pangeran Kalang dan Pangeran Bedalem. Pangeran bedalem menyatakan tidak akan mencampuri urusan Kyai Kasanbesari dan Kyai Pacet dan akan pulang ke Betak. SebaliknyaPangeran Kalang malah membakar semangat Kyai Kasanbesari untuk memberontak dan membunuh gurunya.

Setelah berunding maka berangkatlah mereka berdua ke bonorowo dengan tujuan membunuh kyai pacet. Mereka berdua diam2 masuk ke goa tempat sang guru bersemedi tanpa diketahui Pangeran Lembu peteng yang ditugasi menjaga goa. Alangkah terkejutnya karena dalam penglihatan mereka tengah berjumpa dengan seekor singa yang siap menerkamnya. Kyai Besari dan Pangeran Kalang dengan cepat keluar dari Goa dan lari tunggang langgang.

Konon setelah kedua orang tersebut lari Kyai Pacet memanggil Pangeran Lembu Peteng yang sedang berjaga di luar. dan menanyakan mendengar apakah waktu kyai pacet bersemedi dan pangeran Lembu peteng menjawab bahwa tadi mendengar suara “GEMLUDUG” dan setelah dilihatnya Kyai Pacet sedang memegang cahaya yang kemudian berubah menjadi keris. Kemudian keris itu diberi nama Kyai Gledug sedang desa tempat bersemedinya sekarang dinamakan GLEDUG. Selesai bersemedi kyai mengejar kedua muridnya tersebut.

Kyai Besari tahu dikejar mengeluarkan kanuragannya dengan membanting kemiri yang berubah menjadi seekor harimau. Kyai Pacet mengimbangi dengan membanting bungkul gamparan yang berubah menjadi ular besar dan kedua binatang itu berkelahi dan kyai Besari kalah. Tempat pertempuran keduanya dinamakan MACANBANG. Namun kyai Besari berhasil melarikan diri sedang Kyai Pacet dan Pangeran Lembu Peteng kembali ke padepokan.

(Bersambung….Untuk melanjutkan klik disini.)

21 Oktober 2009 Posted by | Babad | 5 Komentar

BABAD TULUNGAGUNG (PERGURUAN PATJET/BONOROWO)

Pada zaman mojopahit hubungan antar daerah pedalaman sangat sulit sehingga keamanan di sebelah selatan sungai brantas sukar di kuasai. Banyak pemberontakan sehingga timbul perguruan2 yang bermanfaat mengajarkan ilmu.  Demikian hubungan dengan perguruan dukuh Bonorowo dekat Campurdarat yang dipimpin Kyai Patjet (Kiai Pacet). Murid nya diantaranya:

  1. Pangeran Kalang dari Tanggulangin
  2. Pangeran Bedalem dari Kadipaten Betak
  3. Menak Sopal dari kadipaten Trenggalek
  4. Kyai Kasanbesari dari dukuh Tunggul
  5. Kyai Singo Taruno dari dukuh Plosokandang
  6. Kyai Sendang Gemuling dari desa Bono
  7. Pangeran Lembu Peteng putra Majapahit (murid Baru)

Suatu hari kyai Pacet mengadakan pertemuan dengan murid nya memberikan wejangan ilmunya, lalu menceritakan bahwa diantara murid2 nya ada yang mendirikan perguruan sendiri tanpa memberitahukan gurunya(kyai pacet). Karena merasa tertusuk perasaannya dirinya yang mendirikan perguruan itu maka Kyai Kesanbesari  pergi tanpa pamit meninggalkan tempat pertemuan. Setelah kepergiannya Kyai Pacet menyuruh 2 orang muridnya yaitu Pangeran Kalang dan Pangeran Bedalem untuk menasehati Kyai Kesanbesari agar menyadari dan mau kembali ke Bonorowo.

Apa sebab kyai pacet menyuruh keduanya tidak lain karena kyai Pacet mengetahui kedua muridnya diam2 juga menjadi murid kyai Kasanbesari. Kyai Pacet berpesan kepada keduanya supaya mereka tetap di bonorowo untuk melanjutkan pelajarannya, sedangkan sang kiai Pacet mengadakan semedi di dalam Goa. Sedangkan yang ditugaskan menjaga diluar adalah Pangeran Lembu peteng.

(bersambung….klik sini untuk melanjutkan)

21 Oktober 2009 Posted by | Babad | 1 Komentar

Alhamdulillah Bisa Online Lagi…..

Cukup lama juga aku Vakum di blog ini, hampir 1 bulan dari terakhir posting cuma gara2 my laptop windowsnya error sedangkan master ada di kos jogja sedangkan aku sendiri di kota kelahiranku. Akhirnya terpaksa aku pake windows xp yang aku sematkan di Acer Aspire 4710 ku namun windows tersebut harus diubah ahci nya (bootable SATAnya). Ok lets go to ngeblog lagi.

21 Oktober 2009 Posted by | Curahan Hati | 3 Komentar

IDUL FITRI 1430 H/ IDUL FITRI 2009

banner_lebaran_2Saya pribadi sebagai admin blog symplexcamp mengucapkan selamat merayakan hari penuh kemenangan.

Mohon maaf lahir batin.

19 September 2009 Posted by | Uncategorized | 3 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.