Symplexcamp's Corporation

Persembahan Hati Dari Jiwa Seorang Petualang

BABAD TULUNGAGUNG (Perang Antara Pangeran Bedalem dengan Pangeran Lembu Peteng)

Setelah pertarungan tersebut kyai Pacet mengerahkan semua muridnya guna menangkap Kyai Kasanbesari dan Pangeran Kalang. Murid dari Kyai Pacet disebar ke seluruh penjuru dengan dipimpin oleh Pangeran Lembu Peteng. Akhirnya Pangeran Lembu Peteng dan teman-temannya dapat berjumpa dengan Kyaibesari dan Pangeran Kalang. Timbullah peperangan yang ramai. Akhirnya Kyai Kasanbesari melarikan diri ke Ringinpitu, sedang Pangeran Kalang dikejar terus oleh Pangeran Lembu Peteng.

Pangeran Kalang lari ke Betak dan bersembunyi di tamansari Kadipaten Betak. Pada waktu itu putera dari Bedalem yang bernama Roro Kembangsore sedang berada di Tamansari. Roro Kembangsore merasa tidak keberatan bahwa Pangeran Kalang bersembunyi di ditu, karena Pangeran Kalang masih pamannya (saudara kandung ayahnya).

Kemudian datanglah Pangeran Lembu Peteng ke Tamansari untuk mencari Pangeran Kalang. Di Tamansari Pangeran Lembu Peteng bertemu dengan Roro Kembangsore. Putri Bedalem ini tidak mengakui bahwa pamannya bersembunyi disitu. Pangeran Lembu Peteng tertarik akan kecantikan sang putri dan menyatakan asmaranya. Roro Kembangsore mengimbanginya.

Ketika kedua pasang merpati tersebut sedang dalam langen asmara (jatuh cinta), maka Pangeran Kalang yang sedang bersembunyi di Tamansari dapat mengintip dan mengetahui bagaimana tindakan kemenakannya terhadap Pangeran Lembu Peteng. Dengan diam-diam Pangeran Kalang masuk ke dalam Kadipaten untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada kakaknya ialah Pangeran Bedalem. Pangeran Bedalem setelah mendengar pelaporan dari adiknya, menjadi sangat larah sekali, terus pergi ke Tamansari. Timbullah perang antara Pangeran Lembu Peteng dan Pangeran Bedalem. Pangeran Lembu Peteng dapat meloloskan diri bersama dengan Roro Kembangsore, tetapi terus dikejar oleh Pangeran Bedalem.

Bersambung……

28 Oktober 2009 - Posted by | Uncategorized

15 Komentar »

  1. […] (Bersambung….Untuk melanjutkan klik disini.) […]

    Ping balik oleh BABAD TULUNGAGUNG (KYAI KASAN BESARI INGIN MEMBUNUH KYAI PATJET- ASAL NAMA GLEDUK dan MACANBANG) « Symplexcamp's Corporation | 28 Oktober 2009 | Balas

  2. pangeran kalang mati disabret-sabret oleh pangeran lembu peteng. Tempat kematian pangeran kalang tersebut dinamakan “kalangbret” (tonggop desoq). Roro Kembang Sore yang melihat kejadian tersebut langsung lari menuju sebuah bukit dan bersemedi disana. Bukit tersebut dikenal dengan nama gunung mbolo. dan desa tempat bukit tersebut menjadi ramai y6ang kemudian dikenal dengan nama “bolorejo” (desoq).

    Komentar oleh anis | 31 Oktober 2009 | Balas

    • sik iki kan urung diterusne critane kok ujug2 wis di sembret2 kie……

      Komentar oleh Ferry Ogi Setiawan | 1 November 2009 | Balas

    • ha. . .. .Powdowgh. .. . .. . . ..

      Komentar oleh siti | 1 November 2010 | Balas

  3. Ha.. .. . .ha. .. ..R lUccu. . ..

    sYanK.ew bErsambuNg

    Komentar oleh siti | 1 November 2010 | Balas

  4. Apiiiiiiiiiiiikkk…,,!!!

    d terusne tow critaneee..,, hehe

    Komentar oleh Rizal Monyet Tantowie | 29 November 2010 | Balas

  5. Mas saya minta cerita lengkap dari awal sampai akhir boleh?
    Termakasih sebelumnya.

    Komentar oleh Sukur | 1 September 2011 | Balas

  6. crito xox magakmen.

    Komentar oleh syailendra patria | 2 September 2011 | Balas

  7. Supaya ben gampang dipahami para nom noman lek crita mbok sing runtut ning ya kuwi pean gelem crita iku wis suatu tindakan sing positif banget aku sarujuk. yen bisa crita iku kadu nganggo dasar sing kenek dipercaya ben luwih ilmiah dadi ora mung waton crita ning crita sing maton.

    Komentar oleh bambang sugiito | 19 November 2011 | Balas

  8. pech asal usule tulungagung jan ndebest

    Komentar oleh agus setiyawan | 30 November 2011 | Balas

  9. dimana bsa dptkan PUSTAKA babad tulung agung…………….?

    Komentar oleh Tyobuqi Pangeran Manjangan | 12 Februari 2012 | Balas

    • Coba di perpustakaan daerah t.agung mas lokasinya di dpan smp 3 t.agung kalo belum pindah, klo sudah pndah di timur alun2 t.agung mas.

      Komentar oleh Ferry Ogi Setiawan | 6 April 2012 | Balas

  10. hai tulisan mu bagys

    Komentar oleh mentari sonia | 30 Mei 2012 | Balas

  11. magak,,,,,,lek ijek setengah setengah mending gak usah wae lah

    Komentar oleh izaizudin | 13 Desember 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: