Symplexcamp's Corporation

Persembahan Hati Dari Jiwa Seorang Petualang

Sulitnya Membangun Kembali Tali Silaturahmi!!!

Rasa dendam,dan kebencian selalu ada pada diri manusia. Komplit!!

Aku heran dengan seseorang yang pernah aku sayang ato boleh dikatakan mantan pacarku. Mungkin bisa dikatakan gak sepenuhnya aku salah jika aku membencinya karena dia yang mulai bermain api dengan orang lain dan aku telah memberinya kesempatan yang cukup banyak untuk berubah namun ternyata yang namanya sifat manusia pasti bisa kembali ke bentuk aslinya. Dan saat semua kembali kesempatan terakhirlah yang membuatku gak berlaku adil kepadanya. Aku sudah mencoba membina tali silaturahmi itu tetap baik namun seharusnya sifat dan kesadaran masing2 itulah yang harusnya tetap membina tali itu, tapi penyakit egois lah yang menang. Salut sama yang namanya Egois deh!!!

Aku sudah berusaha menjalani tali silaturahmi hingga terakhir awal januari 2008 entah siapa yang memulai hingga akhirnya aku putus koneksi alias silaturahmi baik dengan keluarganya maupun dengan dirinya. Aku perlu waktu untuk meyakinkan diriku bahwa itulah keputusan yang terbaik bagi kita berdua. Semua berjalan sangat cepat hingga 1,5 tahun hingga akhirnya Juli 2009 dia kembali menghubungi ku walau hanya sekedar say hai aja lewat YM.  Tapi entah apa yang membuatku bersikap gak enak kepadanya, apakah karena aku selalu merasa dia mentertawakanku karena aku saat itu belum lulus ataukah karena semua yang dia dapatkan termasuk study yang dia dapatkan gak luput dari perjuanganku. Disaat aku membantunya hingga titik tertinggi tetapi dia yang melupakan aku, sepertinya aku hanya sebagai alat yang diperalatnya hingga aku tersendat dan belum lulus. Disisi lain aku melihatnya dia mentertawakanku, disaat dia sudah mencapainya yaitu menjadi PNS.

  • Dalam Q.S an-Nisa’: 1, Allah berfirman, “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi
  • Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas r.a, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi.
  • Dalam kitab Ahkam al-Qur’an-nya, Ibnu al-Arabi menafsirkan ayat ini dengan: “Takutlah kepada Allah untuk berdosa kepada-Nya dan takutlah untuk memutus tali silaturahmi”
  • Rasulullah pernah bersabda,”Tidak ada satu kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.”

Entah karena aku masih pengen menjalin tali silaturahmi sehabis membaca litelatur di salah satu blog sikapku pun berubah apa yang harusnya gak aku lakukan harus diperbaiki (melihat beberapa point diatas), aku harus menjalin tali silaturahmi tersebut. Mungkin karena aku masih ingat saat kita mengucap komitmen untuk “apapun yang terjadi kita akan tetap menjalin tali silaturahmi”  itu tapi disaat menjalani saat itu begitu sulit, dan begitu juga untuk memperbaiki tali itu ternyata lebih sulit dari pada memutuskannya.

Saat aku sudah mulai tidak ada kebencian ternyata dengan berbagai alasan dia menolak aku bersilaturahmi ke tempat tinggalnya, ingin rasanya aku meminta maaf atas segalanya kepada orang tuanya, kepada dirinya.

Beginilah reaksi terakhir yang diberikan:

trisiwikurniasari: ngapain main..
trisiwikurniasari: gk perlu.
Ferry ogi setiawan: welah dalah tibake sik enek dendam tho
Ferry ogi setiawan: dolan wae nganti ora oleh
trisiwikurniasari: sp yg dendam…ngapin gto loh pe nanya lengkape
Ferry ogi setiawan: Lha pean gtu tho ngomong ngapain main?
Ferry ogi setiawan: ora nyongko aku
trisiwikurniasari:😦
Ferry ogi setiawan: Emange aku opo arep ngganggu hidupe pean kok arep sowan wae ora oleh, mumpung aku seh dijogja kok tar klo dah di jakarta or mana gitu kan gak sempat sowan gtu
Ferry ogi setiawan:🙂
Ferry ogi setiawan: karo arep tumbas soto nang pak kumis kae
Ferry ogi setiawan:😉
Ferry ogi setiawan: Aku lho ra nyongko wi balasan atas sikapmu masih seperti ini sekarang,aku berusaha bisa menghilangkan kebencian dan memulai kembali tali siraturahmi di keluargamu tapi yo wis ra masalah.
trisiwikurniasari: wes yo….suamiku marah,,,neh kl tw….

Itulah entah apakah aku menjadi pengganggu hidupnya (padahal dia belum bersuami dan akupun gak berharap satupun untuk kembali memulai rasa cinta itu kembali, hanya sekedar silaturahmi aja) karena aku sudah merasa senang dengan hidupku sendiri, dan berusaha meniadakan rasa kebencian itu lagi dengan menjalin tali itu kembali ternyata mencoba menjalin tali silaturahmi yang telah kusut lebih susah dari pada memutuskan tali itu.

Ya beginilah kehidupan padahal di bulan ramadhan seperti inilah kita harus sabar dan melapangkan dada serta memperbaiki tali silaturahmi. Semoga dia dibukakan matanya dan saat sadar itulah hanya penyesalan hidup yang akan ada.

26 Agustus 2009 - Posted by | Curahan Hati

1 Komentar »

  1. Klo sama mantan pacar emang sebaiknya gak kontak-2 dulu kalo cuman sekedar silaturahmi.. apalagi baru putus 1,5tahun.. namanya perasaan kan gak bisa diabaikan, n gak bisa ditebak arahnya kemana… khawatirnya memang mengganggu hidup yg sedang dijalani… let’s say masnya salah paham dsb…

    Mungkin nanti klo sama-2 dah punya anak yang mo wisuda mungkin perasaan dah netral, orientasi hidup dah beda, dah sama-2 fokus ke akhirat… mungkin bisa

    Komentar oleh Andi | 29 Desember 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: