Symplexcamp's Corporation

Persembahan Hati Dari Jiwa Seorang Petualang

Bencana Lagi!! Situ Gintung Jebol

Waktu denger berita di tipi kaget juga ada bencana yang memakan banyak korban, jebolnya tanggul Situ Gintung. Gua kira jebolnya tanggul Lumpur sidoarjo, ternyata bukan. Sungguh memprihatinkan juga kejadian kayak gini terjadi hanya karena keteledoran pemerintah daerah juga yang katanya penduduk sekitar sudah  meminta pemerintah daerah segera melakukan rehap pembenahan tanggul ini yang konon dibuat pada jaman penjajahan belanda. Kenapa saat heboh-hebohnya para calon legislatif dan para kader partai sibuk promosi tapi gak memperhatikan aspirasi rakyatnya. Payah dah pemerintahan kita. Neh beritanya dari berbagai sumber:

Jumlah korban tewas akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat sekitar pukul 05.10 WIB telah mencapai 34 orang dan diperkirakan masih banyak korban yang belum ditemukan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP Chryshnanda di Jakarta, Jumat, mengatakan, korban tewas segera dibawa ke RS Fatmawati. “Hingga kini, petugas dari Polres Metro Jakarta Selatan bersama-sama warga dan instansi terkait masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi para korban,” katanya.

Selain korban tewas, sejumlah warga juga mengalami luka sedangkan kerugian materi adalah tujuh rumah hanyut, puluhan rumah lainnya hancur dan satu unit mobil Suzuki Katana Nopol B 2146 YO tersangkut pohon. Korban selamat saat ini mengungsi di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat.

Tanggul situ itu jebol sekitar pukul 05.10 WIB setelah sebelumnya terkikis air sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Tanggul jebol akibat tidak kuat menahan banyaknya air akibat curah hujan yang deras sejak Kamis (26/3) sore. Akibat kejadian itu, air menerjang pemukiman warga di RT 01 RW 08, Cirendeu, Ciputat.  Kini lokasi masih terendam air dengan ketinggian hingga dua meter meter.

Jebolnya tanggul danau Situ Gintung, Ciputat Tangerang baru terjadi pertama kali. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyatakan tanggul yang mengitari danau tersebut memang sudah tua. ”Tanggul itu dibangun tahun 1942,” ujarnya.

Berdasarkan pengamatan SM CyberNews, musibah yang terjadi pukul 04.15 WIB itu memang sangat dasyat. Sebagian Kompleks Universitas Muhammadiyah Jakarta dan rumah penduduk yang meliputi Perumahan Cirendeu Permai, Kampung Poncol Gintung habis diterjang air bah. Pemandangan yang terlihat sebagaimana musibah tsunami terjadi.

Puluhan rumah terlihat rata dan masih tergenangi air. Mobil dan bus milik UMJ masih dalam posisi terbalik. Begitu juga peralatan rumah tangga seperti kulkas, televisi, kasur teronggok di sekitar lokasi kejadian.

Menurut warga, Eni (37) sekitar pukul 02.00 dini hari sebagian warga sudah terjaga. ”Kami mendengar bunyi air bergejolak dari waduk. Jam 5 air tumpah, padahal masih banyak juga warga yang masih tidur,” ungkap berkaca-kaca.

Saat kejadian, dirinya langsung menelopon kerabatnya yang berada di Kampung Poncol, wilayah yang paling parah terendam air bah. Satu kemenakannya bahkan ditemukan tewas dan tiga kerabatnya masih belum ditemukan. ”Waktu tanggul jebol bunyinya seperti ledakan bom,” tuturnya tersedu-sedu.

Ia menambahkan, selama ini tanggul tersebut tidak pernah jebol ataupun menyebabkan banjir. Kampung Poncol yang berada di dataran paling rendah pun biasa tergenangi banjir. ”Tapi airnya dari sungai bukan tanggul,” singkatnya.

Sebenarnya, di lokasi sekitar danau terdapat 3 pintu air yang saat kejadian masih dalam posisi tertutup. Ia sedikit menyayangkan tertutupnya pintu air karena jika pintu terbuka kemungkinan air bisa mengalir ke Sungai Pesanggrahan.

Sampai pukul 13.00 Tim SAR masih melakukan proses evakuasi, korban jiwa masih diperkirakan bertambah. Sementara bantuan dari masyarakat, lembaga LSM, maupun partai politik terus berdatangan.

Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan mengunjungi lokasi kejadian. Sebelumnya, pukul 10.00 WIB Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga sudah meninjau lokasi bencana alam.

Yang bikin aku kecewa juga setelah kejadian malah berbagai Partai ikut melakukan aksi solidaritas menolong korban bencana. Wah sudah kejadian baru mereka keluar cari perhatian.

27 Maret 2009 - Posted by | Bencana |

1 Komentar »

  1. walah emang tuh bencana dimana mana

    Komentar oleh satuempat | 31 Mei 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: